Nama Bandara Raja Sisimangaraja XII Positif Bagi Industri Pariwisata

N

JAKARTA (Waspada): Pergantian nama Bandar Udara (Bandara) Internasional Si-langit di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, menjadi Bandara Raja Sisimangaraja XII Internasional Airport mengandung banyak makna. Selain sebagai penghormatan kepada Sang Pahlawan juga menggambarkan sifat yang inclusive.

“Raja Sisingamangaraja XII adalah pahlawan nasional, jadi selain dimiliki oleh kawasan kawasan disekitar airport tersebut, nama tersebut adalah milik nasional,” ujar pemerhati pariwisata Ir Sanggam Hutapea MM, (foto) menjawab Waspada, melalui pesan tertulisnya, Selasa (11/9) terkait pergantian nama Bandara Si-langit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII.

Pemberian nama Bandara Raja Sisingamangaraja XII diakui Sanggam Hutapea, juga akan menghasilkan effect positif ke industri parwisata di kawasan Danau Toba.

Sebagai contoh, tambah putra kelahiran Tarutung yang tercatat sebagai calon anggota DPR RI Partai Nasdem dari daerah pemilihan Sumatera Utatallini, wisatawan akan mencari tahu apa dan siapa Raja Sisingamangaraja XII.

“Saya membayangkan, dengan meningkatnya perhatian dunia wisata maka makam Sisinga mangaraja di Balige akan direnovasi dan dipugar karena menjadi salah satu objeck wisata. Demikian juga tanah kelahiran Raja Sisingamangaraja XII di Bakkara, serta Markas Sisingamangaraja XII di Sibulbulon ParUli-tan, akan mendapat perhatian dari dunia wisata.

“Para wisatawan akan terobsesi untuk mengetahui lebih banyak sejarah salah seorang Pahlawan Nasional kita ini, begitu mendarat di Bandara Sisingamagaraja XII,” tukas Sanggam Hutapea.

Disamping itu, Sanggam Hutapea yang rutin melakukan perjalan wisata ke luar negeri mengingatkan dibanyak negara, pemberiaan nama airport biasanya dikaitkan dengan nama pahlawan negara dari kawasan sekitar atau nama orang orang berpengaruh pada zamannya seperti mantan presiden, atau nama seniman besar kebanggaan negara atau kawasan itu.

Nama airport di Kota Salz-burg, Austria yang merupakan salah satu kota terindah di liro-pa dan ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia menambalkan nama Mozart yang merupakan seniman kelahiran kota itu.

Sementara di Kota New York menggunakan nama mantan Presiden Amerika Serikat, Jhon F. Kennedy.

“Sebagai catatan kecil, saya pernah berkunjung ke Beshari di Lebanon (140 km dari Bei-rut), hanya untuk melihat kampung halaman Khalil Gibran seniman idola saya, padahal kondisi keamanan di Beirut dan sekitarnya ketika itu tidaklah kondusif,’ kisah Sanggam Hutapea.

Didalam negeri sendiri, penggunaan nama tokoh atau pahlawan juga banyak digunakan, seperti Adi Sucipto diYog-yakarta, Bandara 1 Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur, dan Halim Perdana Kusuma di Jakata.

Nama Sisingamagaraja juga selalu di tambalkan untuk jalan- jalan besar di kota kota di Indonesia ini Di Jakarta salah satu Jalan Protokol adalah Jalan Sisingamangaraja yang satu garis lurus dengan Jalan Sudirman dan Thamrin.

Sanggam Hutapea yakin penggunaan nama Raja Sisingamangaraja XII, untuk bandara Silangit tampaknya terinspirasi oleh penamaan airport kelas dunia.

Pemberian nama ini mengandung banyak makna. Selain sebagai penghormatan kepada Sang Pahlawan tetapi juga menggambarkan sifat yang inclusive serta menghasilkan effect positif ke industri parwisata di kawasan Danau Toba.

Karena itu, Sanggam Hutapea berharap, Pemerintah tiaak hanya sekedar menambalkan nama Sisingamagaraja XII sebagai nama bandara, tapi pemerintah juga harus merelokasi dan membenahi kom-plek kelahiran Sisingamagara-jaXll di Bakkara sehingga menjadi salah satu destinasi wisata andalan di kawasan Danau Toba. (aya/B)

About the author

By admin

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta