Kapasitas Parkir RSUD Semanggi Kurang Proporsional

K

Komisi IV DPRD Solo mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (26/7). Secara umum proyek bagus, namun legislator menyoroti minimnya lahan parkir di RSUD tersebut.

Pembangunan gedung itu menelan anggaran sekitar Rp 192 miliar dan dikerjakan sejak 2017 atau miiltiyears. Kontraktor pemenang lelang adalah PT Karya Bisa.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Paulus Haryoto, mengatakan sidak untuk monitoring dan pengawasan pembangunan RSUD Semanggi. Menurutnya, progress pengerjaan bagus. “Sesuai laporan pembangunan sudah mencapai 27%. Itu lebih tinggi dibandingkan targetnya yaitu 26%. Kami lihat tidak ada hambatan yang berarti,” ujarnya kepada Espos seusai sidak, Kamis.

Komisi IV memberi catatan pada kapasitas tempat parkir. Untungnya, pelaksana sudah memiliki gambaran solusi masalah itu. ‘Tahun 2018 anggaran yang turun Rp 100 miliar. Semoga tahun depan tinggal finishing,” kata dia.

Anggota Komisi IV yang ikut dalam sidak, Ardianto Kuswinamo, menjelaskan sesuai hasil sidak diketahui lahan parkir hanya mampu menampung maksimal 60 mobil. Padahal, rencananya ada 200 tempat tidur yang disediakan di RS itu. Ia menilai proporsi lahan parkir sangat kurang.

“Itu sudah habis dipakai staf dan dokter. Lalu pasien dan pengunjung mau parkir dimana?” kata dia, Kamis.

Anggota Komisi IV lainnya, Reny Widyawati, juga mempersoalkan kapasitas parkir di RSUD Semanggi. Ia menyayangkan perencanaan yang belum mendetail untuk urusan tersebut.
“Tadi juga dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan kalau ada penyesuaian pada gedung. Hal itu merujuk Peraturan Menteri Kesehatan terbaru pada 2017. Padahal gambar sudah selesai dibuat pada 2016,” kata dia. (ivan Andmuhtarom)

About the author

By admin

Pos-pos Terbaru

Komentar Terbaru

Arsip

Kategori

Meta

admin